Tag: penyebab sperma tumpah

Sperma Tumpah Usai Berhubungan Intim

No Comments

Sperma Tumpah Usai Berhubungan Intim

Air mani yang keluar lagi setelah berhubungan intim adalah sesuatu yang wajar terjadi.

Sekali ejakulasi biasanya memiliki volume 3-5 cc. Dalam tiap cc dapat mengandung rerata 20 juta sel sperma.

Air mani otomatis akan tumpah, tetapi tidak seluruhnya saat istri berdiri atau duduk,

dan itu wajar sebagai akibat tarikan gravitasi,

tetapi tentunya sebagian lainnya telah berhasil memasuki rahim.

Ingat, hanya sekitar 200 sperma yang akhirnya akan bertemu sel telur dan hanya 1 yang akan melakukan pembuahan, dari berpuluh-puluh juta sel tersebut.

Dan lagi, memang beberapa menit setelah mani keluar, makan beberapa enzim akan bekerja dan membuat konsistensinya menjadi sedikit lebih encer.

Jika anda menginginkan jumlah sperma yang tumpah lebih sedikit (sebenarnya lebih ke arah efek tenang karena tidak tumpah terlalu cepat),

setelah hubungan seksual dan ejakulasi, istri dapat berbaring telentang dan mengganjal bokong dengan bantal sehingga posisinya meningggi dan mulut rahim ‘ tergenang’ lakukan selama setengah sampai 1 jam atau anda juga dapat membiarkan /langsung tidur hingga pagi. sehingga apa yang terjadi sebenarnya masih dalam batasan normal. ketidaksuburan pasutri adalah jika anda belum berhasil mendapat keturunan yang hidup setelah menikah dan melakukan hubungan seksual dengan teratur.

Akan tetapi jika istri mengalami gangguan kesuburan atau berhubungan bukan pada masa subur sang istri. Kehamilan akan terhambat bahkan tidak mungkin terjadi.

Mengetahui kondisi kesuburan masing-masing pasangan, diperlukan pemeriksaan.

Jika setelah pemeriksaan ditemukan gangguan kesuburan pada suami atau istri, maka diperlukan pengobatan agar kondisi kesuburan normal kembali.

Hubungan seksual yang terlalu sering sebenarnya tidak efektif bagi terjadinya kehamilan.

Kalau ejakulasi sering terjadi, kuantitas dan kualitas sperma akan berkurang, sehingga ketika tiba masa subur, sel spermatozoa tidak mampu membuahi.

Ejakulasi yang sering tidak akan mengakibatkan sperma habis karena sperma terus diproduksi.

Syaratnya, tidak ada penyakit atau gangguan yang menghambat proses pembentukan sperma.

Sebaliknya, hubungan seksual yang terlalu jarang juga tidak efektif bagi terjadinya kehamilan karena kualitas spermatozoa menjadi terganggu ketika tiba pada masa subur istri.

Mengenai istri yang tidak dapat mencapai orgasme, ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebabnya.

Komunikasi seksual yang kurang baik.
Hambatan psikis.
Posisi hubungan seksual yang tidak efektif bagi wanita.
Fungsi seksual suami mungkin tidak optimal, khususnya fungsi ereksi dan kontrol ejakulasi.
Kalau ada salah satu atau lebih faktor di atas, maka istri mengalami hambatan orgasme.

Sebelum menikah suami dan istri tidak cukup mengenal satu sama lain, mungkin saja komunikasi kurang baik, khususnya komunikasi seksual.

Selain itu, hambatan psikis mungkin juga muncul lalu menghambat reaksi seksual istri,

sehingga gagal mencapai orgasme.

Untuk mengatasi hambatan orgasme, penyebab yang ada harus diatasi dulu.

Meski demikian, tidak ada hubungan antara tidak dapat mencapai orgasme dengan belum terjadi kehamilan.

Artinya, kehamilan dapat saja terjadi walaupun istri tidak dapat mencapai orgasme.

Namun, membiarkan istri tetap tidak dapat mencapai orgasme, bukanlah sikap yang benar.